Kamis, 19 Januari 2012

SAMPAH ORGANIK








Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? sekali lagi beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik..
Jenis-Jenis Sampah Organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik sendiri dibagi menjadi : Sampah organik basah.
Istilah sampah organik
basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
  • Sampah organik kering.
    Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya
    kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Prinsip Pengolahan Sampah
Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu: Mengurangi (bahasa Inggris: reduce)
Sebisa mungkin
meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
  • Menggunakan kembali (bahasa Inggris: reuse)
    Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (
    bahasa Inggris: disposable).
  • Mendaur ulang (bahasa Inggris: recycle)
    Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak
    industri tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
  • Mengganti (bahasa Inggris: replace)
    Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Jangan sampai sampah menjadi gunung buatan baru
Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos
Pengomposan sampah kota umumnya sama saja seperti pengomposan bahan baku lainnya. Hanya yang patut dipikirkan adalah jumlah bahan organik kering yang digunakan dalam pencampuran bahan baku proses pengomposan. Pengomposan secara sederhana bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.[
Pengomposan Menggunakan Drum Plastik
Pengomposan menggunakan drum plastik sangat cocok diterapkan untuk mengolah sampah rumah tangga.
Bahan Dan Peralatan Yang Digunakan
1.    Ember atau drum plastik yang telah dimodifikasi (dibuat berlubang) dengan kapasitas minimum 100 kg.
2.    Bioaktivator cair (metode aerob) atau bioaktivator padat (metode anaerob).
3.    Bahan baku sampah organik (hindari daging, tulang, duri ikan, sisa makanan berlemak, susu, kotoran anjing, kucing, dan babi).
Cara Membuat
1.    Cacah bahan baku hingga berukuran 2-5 cm.
2.    Taburkan bioktivator OrgaDec 0,5% ke atas bahan baku, aduk hingga tercampur rata.
3.    Siram dengan air hingga diperoleh kelembapan yang diinginkan (50-60%), langsung masukkan ke dalam drum plastik.
4.    Inkubasi selama 1-2 minggu, tergantung dari bahan bakunya.
5.    Pada hari ketiga atau hari kedelapan perlu dilakukan pengadukan atau pembalikkan secara manual agar aerasi di dalam drum berlangsung baik.
Proses Pembuatan Kompos Aktif Ekspres (24 jam)
Bahan
1.    Jerami kering, daun-daun kering, sekam, serbuk gergaji, atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian).
2.    Kompos yang sudah jadi (2 bagian).
3.    Dedak 1 bagian.
4.    Dectro disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan).
5.    Air disesuaikan dengan dosis (20 liter).
Cara Membuat
1.    Cacah atu giling bahan baku kompos hingga agak halus, lalu campurkan dengan dedak dan kompos yang sudah jadi.
2.    Larutkan Dectro ke dalam air.
3.    Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kadar airnya mencapai 45-50%.
4.    Tumpuk campuran bahan baku tersebut di atas ubin yang kering dengan ketinggian 30-35 cm, lalu tutup menggunakan karung goni.
5.    Pertahankan temperatur 40-600 C.
6.    Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
Macam-Macam Kompo]
1.    Kompos Praktis I. Kompos Praktis II.
2.    Kompos Praktis III.
3.    Kompos Sampah Rumah Tangga.
4.    Kompos Tinja.
5.    Kompos BIPIK.

Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
  • Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
  • mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
  • Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
  • Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
  • Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
  • Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.
Kekurangan Mengolah Sampah Organik
Setelah menjadi pupuk kompos, pupuk siap untuk digunakan sebagai penyubur tanah. Adapun kekurangan pupuk kompos adalah unsur hara relatif lama diserap tumbuhan, pembuatannya lama, dan sulit dibuat dalam skala besar.Oleh karena itu untuk mendukung peningkatan hasil-hasil pertanian diperlukan pupuk buatan.




Pengolahan sampah Organik

Untuk memberdayakan masyarakat melalui pengolahan sampah organic, maka kelompok 68 diklat PROKM ITB 2011 membuat keranjang takakura untuk mengubah sampah organic menjadi pupuk kompos. Keranjang ini ditempatkan di rumah kos salah satu anggota dengan harapan menciptakan kesadaran penghuni kos akan pentingnya pengolahan limbah organic.
Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aerob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah – ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.
Alat/bahan:
1 Sekam
2 Pupuk kandang
3 Mikroorganisme cair
4 Pupuk Kompos dari dedaunan
5 Sampah organik
6 keranjang pakaian kotor (berlubang)
7 Jarum jahit
8 Benang nilon
9 kain kasa
10 Gunting
11 Kertas kardus
12 Termometer (opsional)
13 Bak plastik
14 Air PDAM
15 Cetok
Cara Pembuatan
1.    Lapisi bagian dalam keranjang bak pakaian kotor dengan kardus
2.    Buat 2 kantong bantal seluas keranjang pakaian dari kain kasa yang dijahit.
3.    Isi kedua kantong itu dengan sekam sampai padat.
4.    Di tempat lain, buat campuran starter dengan perbandingan takaran tanah : sekam : pupuk kandang : pupuk kompos dedaunan : larutan gula = 5 cetok : 15 genggam : 2 cetok : 1 cetok : ¼ liter
5.    Aduk campuran itu hingga merata
6.    Sirami campuran itu dengan mikroorganisme cair secukupnya, tunggu sampai suhunya 35 derajat celcius.
7.    Masukkan kedua bantal sekam dengan campuran starter ke dalam keranjang dengan susunan sebagai berikut

1.    Pengisian sampah organic dapat dilakukan setiap hari, senaiknya sampah organic itu dicacah dengan ukuran kecil dan tidak berair.
Catatan :
a) Pilih kain kasa berpori dari bahan yang awet sehingga tidak mengganggu respirasi.
b) Usahakan sampah organik masih segar dan dalam kondisi tercacah.
c) Sebaiknya sampah organik segar yang diisi setiap hari, usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak terlihat.
d) Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah 3-6 bulan atau ketika hancur.
e) Cuci kain penutup jika dirasa kotor.
f) Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk kompos.
g) Keranjang Takakura dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Keranjang ini telah dipatenkan Pusdakota Ubaya untuk menjaga kemungkinan komersialisasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar